14 Masyarakat Rohingya Kembali Berupaya Kabur dari Pengungsian di Aceh, Mengapa?

14 masyarakat Rohingya kembali berupaya kabur dari kamp pengungsian di Balai Latihan Kerja( BLK) Desa Meunasah Mee Kandang Kecamatan Muara 2 Kota Lhokseumawe, Jumat dinihari( 20/ 11).

Tidak hanya menggagalkan 14 masyarakat Rohingya yang berupaya kabur, personil Kodim 0103/ Aceh Utara pula sukses menangkap 8 orang yang diprediksi pelakon penyelundupan masyarakat imigrasi Myanmar etnis Rohingya krisis kemanusiaan rohingya .

” Iya, pagi dini hari tadi terdapat 14 pengungsi yang berupaya kabur, tetapi bisa digagalkan oleh petugas pengamanan kamp pengungsian Rohingya,” kata Pembina Satgas Penindakan Rohingya Letkol Arm Oke Kistiyanto, dilansir Antara.

Dia berkata, grupnya pula sukses menangkap 8 orang yang diprediksi pelakon tindak pidana perdagangan orang( TPPO).

Ada pula terduga TPPO yang ditangkap pada kelompok awal ialah DA laki- laki masyarakat Kota Medan, ZA masyarakat imigran Rohingya yang menetap di Medan serta JR masyarakat Aceh Tamiang.

Penangkapan Terduga Pelakon TPPO

” JR diprediksi bagaikan sopir mobil yang dirental buat menolong DA serta ZA buat bawa kabur masyarakat etnis Rohingya,” katanya.

Sedangkan buat kelompok 2 yang ditangkap ialah, 2 pendamping suami istri bernama samaran AM serta istrinya SA, setelah itu SR serta istrinya SU asal Medan dan P( adik ipar AM). Kelimanya ialah masyarakat Kota Medan.

“ Pagi dini hari tadi kita sukses menangkap 2 kelompok terduga TPPO. Kedua kelompok tersebut diprediksi tidak silih tahu satu sama yang lain,” kata Letkol Arm Oke Kistiyanto yang pula ialah Dandim 0103/ Aceh Utara.

Baca Juga : SAATNYA MEMBELI LINK BALIK EDU

Walaupun tidak silih, kata ia, tujuan 2 kelompok tersebut bertujuan sama ialah bernazar bawa kabur perempuan etnis Rohingya di kamp pengungsian BLK Lhokseumawe.

” Kedelapan terduga pelakon TPPO serta 14 pengungsi Rohingya sudah diserahkan ke Polres Lhokseumawe buat penyelidikan lebih lanjut,” katanya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *