rekomendasi aqiqah ciputat tangerang sleatan

Ahmad Fhatoni, Palembang, Sumatera Selatan

( disidangkan pada hari Jum’ at, 16 Rabiulakhir 1436 H/ 6 Februari 2015 Meter)

Persoalan:

Assalaamu’ alaikum w. w.

Aku Ahmad Fhatoni dari Palembang. Pak, aku ingin bertanya tentang aqiqah di mana di usia aku yang telah 29 tahun aku belum menyembelih 2 ekor kambing. Gimana aku wajib membayarnya pak? Sebaliknya aku sempat mendengar aqiqah itu dihitung hingga hari ketujuh sewaktu lahir. Terima kasih banyak pak.

Jawaban:

Wa‘ alaikumus- salam w. w.

Terima kasih atas persoalan kerabat serta berikut ini jawabannya:

Aqiqah yakni sembelihan yang disembelih sebab kelahiran anak. Hukumnya sunat muakkad walaupun sang bapak lagi dalam kondisi sulit. Aqiqah sudah dicoba oleh Rasulullah saw. serta para teman dia.

Menimpa waktu penerapan aqiqah, terdapat tuntunan dari Rasulullah saw. semacam berikut:

عَنْسَمُرَةَبْنِجُنْدُبٍأَنَّرَسُولَاللهِصلىاللهعليهوسلمقَالَ:كُلُّغُلاَمٍرَهِينَةٌبِعَقِيقَتِهِتُذْبَحُعَنْهُيَوْمَسَابِعِهِوَيُحْلَقُوَيُسَمَّى.[رواهأَبُودَاوُدَ]

Dari Samurah bin Jundub[diriwayatkan bahwa] sebetulnya Rasulullah saw. bersabda:“ Tiap anak bergantung kepada aqiqahnya, disembelih atas namanya pada hari ketujuh( kelahirannya), dicukur( rambutnya) serta diberi nama”[HR. Abu Dawud] aqiqah tangerang selatan .

Dari hadis ini dikenal kalau aqiqah itu dilaksanakan bagaikan ciri syukur serta berbagi kebahagiaan atas kelahiran seseorang anak. Aqiqah dilaksanakan pada hari ketujuh sehabis kelahirannya. Serta bagi para ulama, bila tidak dapat dicoba pada hari tersebut, hingga boleh dicoba pada hari- hari lain yang longgar. Cuma saja waktunya dibatasi sampai anak tersebut baligh, sebagaimana diisyaratkan dalam hadis di atas dengan kata“ ghulam” yang berarti anak. Bila telah baligh hingga tidak disunnahkan lagi melaksanakan aqiqah sebab telah jauh waktunya dari hari kelahirannya.

Baca Juga : 14 MASYARAKAT ROHINGYA KEMBALI BERUPAYA KABUR DARI PENGUNGSIAN DI ACEH, MENGAPA?

Oleh sebab itu, bila bapak kerabat tidak melaksanakan aqiqah atas nama kamu dulu, hingga kamu tidak memiliki kewajiban buat mengaqiqahi diri sendiri. Dalam perihal ini kamu tidak butuh merasa bersalah ataupun berdosa untuk diri kamu ataupun bapak kamu, sebab hukum aqiqah bukan harus, tetapi sunnah muakkadah. Kamu tidak butuh mengaqiqahi diri sendiri kala telah berusia sebab perihal itu tidak disyariatkan serta tidak disunnahkan. Nabi saw., para teman serta para ulama tidak melaksanakan perihal tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *